Senin, 11 Februari 2013

N U R A N I

Hati nurani adalah hati yang mempunyai 'nur'. Dalam  bahasa arab 'nur' berarti cahaya atau sinar. Sedangkan Hati' berasal dari kata 'aini', yang berarti mata. Jika disatukan, artinya adalah hati yang mempunyai cahaya terang dan memiliki mata (bisa melihat). Dengan kata lain, Nurani adalah sinar Allah berwujud malaikat yang menerangi hati dan memberikan petunjuk kebenaran.


Di mana letak hati kita?
Manusia diciptakan Allah dengan menyatukan ruh yang suci ciri alam ruhani, yaitu fitrah, dengan jasad yang berwatak menyerupai hewan di alam nyata. Dari percampuran inilah manusia mempunyai jasmani dan ruhani. Ruhani adalah tempat ruh kita, sedangkan jasmani inilah tempat nafsu, rasa, akal dan pikir kita. Jembatan antara ruhani dan jasmani inilah hati kita.


Manusia mempunyai 6 lapisan di dalam dirinya, yaitu:
1.   Lapisan yang paling dalam, yaitu fitrah (roh yang suci), letaknya di dalam rohani kita.
2.   Hati (jembatan antara rohani dan jasmani).
3.   Nafsu (letaknya di jasmani)
4.   Rasa (letaknya di jasmani)
5.   Akal (letaknya di jasmani)
6.   Pikir (letaknya di jasmani)
Agar lebih mudah dalam memahaminya, perhatikan gambar dibawah ini:

 

 

 

                                                                                                           
Mengapa Manusia mempunyai Nafsu?
Nafsu tercipta karena jasmani kita yang menyerupai hewan. Oleh sebab itu, timbullah watak-watak seperti hewan. Saat kita meninggal, yang mati hanya jasmani kita, sedangkan rohani kita tetap hidup. Tujuan Allah menjadikan agama-agama agar manusia bisa mengendalikan nafsunya atau watak hewannya. Sesuai dengan Firman Allah dalam surat At-Tiin ayat 4-6.
"Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh." (QS:At-Tiin 4-6).


Dari ilmu yang diturunkan lewat agama diharapkan fitrah kita mampu menjadi pemimpin diri kita, karena fitrahlah yang menjaga dan membersihkan hati. Sedangkan Nafsu adalah yang merusak dan mengotori hati. Perbedaan kepentingan inilah yang memunculkan pertempuran dalam diri. Perang dalam diri ini sering disebut sebagai perang besar, yaitu perang melawan hawa nafsu atau perang melawan

Bagaimana Kita Bisa Mengendalikan Nafsu?
Salah satu caranya adalah dengan bantuan Nurani. Untuk membantu fitrah membersihkan hati manusia, Allah memberikan pertolongan lewat sinarnya berwujud malaikat muqorrobin untuk membantu fitrah sehingga bisa mengendalikan nafsu kita. Sinar yang menembus dari fitrah sampai jasmani kita inilah yang disebut Nurani.
Pertolongan Allah melalui sinarnya dari fitrah sampai ke hati disebut Nurani hubungan dengan Allah, sedangkan sinar Allah yang tembus dari nafsu, rasa, akal, dan pikir, disebut Nurani hubungan dengan manusia.

0 komentar:

bILa punya waKTUberikan komentar di sini :