Setiap individu manusia mempunyai tingkatan keimanan yang berbeda.Misalnya manusia si Fulan mempunyai tingkatan keimanan ibarat sekolah SD kelas 3,maka MM yang masuk dan menjadi gurunya juga guru SD kelas 3.Dia juga merangkap jadi dokter specialis hati yg memberikan resep cara mengobati.MM yang akan mengingatkan kita ketika kita akan berbuat tidak benar dan akan menghalanginya.Begitu pula ketika kita lahir kembali dan harus menebus kesalahan kita masa lalu,mis.ketika kehidupan pertama kita pernah menganiaya orang maka di kehidupan ke dua kita akan mengalami hal yang sama,maka MM akan mengingatkan kita agar ikhlas menerima ketentuan tersebut karena dulu kita pernah berbuat yang sama.Sedangkan panduan MM untuk mengajar adalah ilmu para Beliau melalui buku-buku yang saya tulis.
Ilmu Beliau ini terus berkembang baik ilmu hubungan dengan Allah maupun manusia.Karena setiap individu mempunyai guru yang berbeda maka setiap individu harus mempunyai buku paduan sendiri2.Ketentuan tersebut bukan dari individu saya agar buku laku,akan tetapi oleh para Beliau dan MM.Hasil materi dari ilmu para Beliau untuk membangun dunia baru.Dengan memegang buku panduan masing-masing maka setiap individu tidak akan merasa paling tinggi atau rendah.
24 tahun saya sekeluarga di gembleng untuk selalu tunduk dan patuh kepada para Beliau,untuk mampu menyatu dengannya artinya kepentingannya adalah kepentingan saya,begitu pula sebaliknya kepentingan saya juga kepentingan para Beliau melalui ujian yang sangat berat.Kadang perintahnya tidak masuk akal secara hubungan manusia sehingga saya harus menerima resikonya secara lahir batin.Contoh ujian ketika saya dihadapkan ujian dengan wafatnya ibu saya.Para Beliau tidak mengizinkan saya menghadiri pemakamannya,karena saat itu Beliau sedang memberikan ilmu hubungan dengan Allah sehingga urusan hubungan dengan manusia harus di abaikan.Maka yang terjadi seluruh keluarga besar dan orang yang mengenal saya menganggap anak durhaka dlsbgainya.Dari kejadian tersebut saya mendapatkan ilmu maksud tujuan Allah tentang ayat tersiratnya"Ridhonya Allah adalah ridhonya orang tua"yg selama ini senjatanya orang tua ketika di hadapkan persoalan dengan anaknya.Yang mempunyai kedudukan ditinggikan oleh Allah adalah orang tua rohani kita yaitu para Beliau yang merupakan orangtua abadi,sedangkan orang tua jasmani ketika kelahiran kembali bisa jadi anak kita,saudara,cucu orang lain dlsbgnya.Begitu pula ketika di uji dengan mantan suami yang tidak kuat lagi untuk mau tunduk dan patuh akan segala perintah para Beliau,maka saya harus mengambil keputusan untuk bercerai dg 4 anak yg masih remaja(SMU,SMP,SD),tanpa nafkah satu rupiahpun.Di tahun ke 24 ini saya sudah selesaikan soal ujian untuk mampu menjadi pemimpin keluarga.
Anak pertama saya wanita sudah menyelesaikan pendidikan S2 di UI.Akan tetapi dia diuji dengan ketundukan dan ketaatannya kepada para Beliau untuk tidak menikah dengan laki-laki pilihannya.Ujian tersebut menentukan mengutamakan hubungan dengan Allah atau hubungan manusia,karena dia sudah dewasa.Akan tetapi pertempuran antara fitrah dan nafsunya dia memenangkan urusan nafsunya,sehingga saya harus merelakan melepaskannya,keputusan Beliau tidak memperbolehkan untuk terlibat dalam kebenaran dan saya tidak boleh menganggapnya anak lagi.Kewajiban saya memberikan contoh dan sarana untuk mandiri sudah dianggap lebih dari cukup.


0 komentar:
bILa punya waKTUberikan komentar di sini :